Sabtu, 23 September 2017

ORPHANAGE ENCOUNTER



Ayahku membangunku di hari yang begitu pagi , kemudian membereskan tempat tidurku , bergegas mandi dan kemudian bersiap siap. Entahlah , aku tak tahu kemana ayahku akan membawaku pergi , yang kulihat di dalam mobil hanyalah diriku , ayahku , dan seorang temannya bersama anaknya.

Tak banyak yang kulihat sepanjang perjalanan , yang kuingat hanya diriku sedang bersenang senang dalam mimpi karena tak kuasa menahan kantuk dan dinginnya udara. Sampai suatu saat , terbangunlah diriku dan tiba di suatu gedung yang agak kuno. Sedikit informasi yang kupunya mengenai gedung itu. Ternyata setelah kutelusuri , bangunan tua itu adalah sebuah panti asuhan.

Tak tahu apa yang membuat ayahku dan teman ayahku membawa diriku kesana. Disana , kami disambut dengan ramah oleh seorang biarawati.Biarawati itu sangat ramah , senyumannya juga manis.Tak lama para orang dewasa berbincang bincang, diajaklah kami berkeliling keliling.

Bukan rasa senang yang aku dengar dari ucapan biarawati , tetapi kisah pilu dari berbagai kisah anak anak yang tinggal di panti asuhan ini. Usia mereka beraneka ragam , mulai dari bayi , anak anak seumuranku , bahkan yang seumuran anak SMP dan SMA pun juga ada di panti asuhan ini.

Biarawati itu pun menjelaskan berbagai kisah pilu yang terjadi pada anak anak itu , mulai dari ditelantarkan orang tuanya , bayi bayi yang ditaruh di dalam kardus dan diletakkan di depan panti begitu saja , permasalahan orang tua , bahkan ada yang berasal dari unwanted pregancy. Tapi , apakah mereka semua harus merasakan seperti ini? tanpa orang tua , tak ada yang membimbing , tak ada yang bisa diajak cerita , dan tak ada yang bisa dipeluk saat kita punya masalah.

Terlepas dari latar belakang cerita mereka yang begitu memilukan , tapi mereka masih bisa untuk tersenyum dan tertawa , bahkan kami sempat bermain , makan siang dan malam serta berdoa bersama sama.Senang rasanya bisa mengenal mereka , walaupun masalah mereka begitu berat , mereka masih bisa untuk mensyukuri kehidupan ini.

Oleh karena itu , kita harus lebih bersyukur dan menghargai apa yang Tuhan berikan kepada kita. Haleluya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar