Senin, 16 Oktober 2017

TUG OF WAR


Jurusan kami yang bernama Manajemen Keuangan , memiliki event rutin yang diadakan tiap tahun. Event ini bernama Treartsury. Dalam event ini, berbagai macam lomba baik indoor maupun outdoor dilombakan. Ada musikalisasi puisi, teater, , protect the boss dan masih banyak lagi.

Salah satu cabang lomba yang kami ikut partisipasi adalah tarik tambang. Dalam lomba ini kami berkelompok dengan kawan kawan dari DIII Manajemen Aset.Senang rasanya bisa mendapat kawan dari program studi yang berbeda untuk memenangkan lomba ini.

Awalnya kami tidak ada ekspektasi sama sekali untuk memenangkan lomba ini. Yang ada dipikiran kami hanyalah untuk bersenang senang tak peduli menang atau kalah, tak peduli juga berapapun juara kami.

Tim 8, yaitu kelompok kami, sudah dipanggil oleh kakak kakak panitia untuk mengikuti lomba, memang agak tegang rasanya. Namun kami tetap percaya diri apapun hasilnya hingga salah satu teman kami dari DIII Manajemen Aset yang bernama Dody memberi masukan berupa strategi bagaimana memenangkan permainan tarik tambang ini.

Strategi yang diberikan oleh Dodi adalah berupa instruksi suara yang terus diulang dalam jangka waktu tertentu. Entah tanpa pikir panjang saya langsung siap sedia mengambil alih tugas ini karena saya sempat berpikir kalau saya pada dasarnya punya suara yang cukup keras bahkan untuk berbisik sekalipun.

Permainan pun dimulai, apa yang Dodi arahkan ke saya saya lakukan dengan penuh semangat.

" 1 2 3 TARIKKKKK!!" begitulah instruksi suara yang saya instruksikan kepada tim kami. Sinar matahari yang begitu terik ditambah lagi dengan iringan musik dan dukungan dari teman teman kami, tentu saja menambah semangat kami untuk memenangkan permainan.

Tentu saja usaha kami tidak sia sia, meskipun kulit kami terbakar dan ada beberapa pemain kami yang kulitnya sampai terkelupas,kami berhasil menempati juara kedua permainan ini.

Sabtu, 07 Oktober 2017

PHOTOGRAPHY LESSON 101


Saya mengikuti tiga elemen kampus tempat saya menuntut ilmu , yaitu CANON adalah sebutan untuk elkam badminton , MAFFFOS adalah sebutan untuk elkam fotografi dan yang terakhir adalah STANBIL , yaitu elkam billyard.

Hari ini adalah materi kedua penyampaian materi fotografi yang bertempat di studio MAFOS di jalan Ceger , judulnya adalah Fotography Mood yang dibawakan oleh Kak Dea , lulusan DIII Pajak PKN STAN tahun 2016 kemarin.Sekarang ini Kak Dea bertempat dinas di Riau.

Materi yang dibawakan Kak Dea sangat bermanfaat, karena kami diajari bagaimana cara menghasilkan foto sesuai dengan perasaan yang sedang kami alami. Mulai dari teknik pemotretan , pemanfaatan lightning hingga pemanfaatkan lingkungan sekitar untuk menghasilkan sebuah foto yang bagus.

Kak Dea juga membagi kami menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari lima orang untuk mempraktekkan foto modelling. Saya mendapat giliran pertama saat itu. Agak nervous sebenarnya karena saya tidak punya basic fotografi sama sekali tapi saya tetap melakukan sebaik yang saya bisa. Kakak yang menjadi model saya namanya Kak Lala. Kak Lala meminjamkan kameranya untuk saya gunakan.

Di akhir cerita , kami semua berkumpul untuk melakukan tos sambil berucap "MAFOS? SEMUA SENANG!" oleh karena itu jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya.

Jumat, 06 Oktober 2017

SWITCHED


Bagaikan dikejar oleh waktu , mungkin itu yang bisa saya ekspresikan mengenai cerita di hari minggu pagi lalu. Kenapa? karena saat itu , saya terbangun dari kasur yang luar biasa empuknya pada pukul 09.47 WIB dan disambut oleh sinar matahari yang menerobos masuk melalui pintu dan jendela kamarku. Dengan melakukan kegiatan rutin setelah bangun tidur , yaitu mengecek handphone apabila ada notifikasi penting yang diterima , ternyata memang benar. Saya harus menghadiri acara ulang tahun teman saya yang bertempat di BSD yang akan dilaksanakan pada pukul 10.30 WIB.

Tanpa pikir panjang , saya bangkit dari tempat tidur tanpa membersihkan tempat tidur terlebih dahulu dan lekas mengambil handuk. Dengan mata yang masih terngantuk ngantuk saya langsung masuk ke kamar mandi.

Saya mulai membasahi tubuh saya yang masih belum sepenuhnya terbangun secepat mungkin dengan air yang begitu dahsyat dinginnya. Tentu saja dingin , karena semalam habis hujan deras dan membuat toren air menjadi ikutan dingin. Kemudian saya langsung mengambil pasta gigi dan mulai keramas.

Entah apa yang saya rasakan di mulut saya , kenapa pasta gigi yang saya biasa gunakan rasanya begitu pahit dan membuat gigi saya begitu licin.Begitu juga dengan sampo yang biasa saya pakai. Tekstur samponya kasar dan begitu lengket.

Benar benar konyol. Setelah saya sadari , ternyata pasta gigi saya tertukar dengan sampo yang biasa saya gunakan. Pasta gigi saya gunakan untuk keramas dan sampo saya gunakan untuk menyikat gigi.

Saya langsung cepat cepat membilas rambut saya dengan air untuk segera mungkin mencega kerusakan akibat perbuatan saya dan berkumur kumur hingga berkali kali sampai rasa pahit di mulut saya hilang.

Dari peristiwa ini saya belajar agar segala sesuatu harus dimulai dengan fokus.

Minggu, 01 Oktober 2017

HAUNTING ME


Hari Sabtu , hari yang dinanti semua orang.Bagaimana tidak , hari tersebut banyak digunakan semua orang untung quality time bersama teman teman dan keluarga , jalan bersama teman teman sekolah dan kampus , istirahat tanpa mengenal waktu , dan yang terutama adalah bisa bangun sesiang mungkin.Namun nampaknya tidak bagi saya.

Saya memiliki seorang nenek yang tinggal persis di depan rumah saya , bukan nenek biologis sebenarnya, tetapi hanyalah orang lain namun sudah seperti keluarga sendiri bagi saya. Nenek hidup bersama anak semata wayangnya yang sudah memiliki dua buah anak.Nenek telah ditinggal oleh kakek kurang lebih tiga tahun karena sakit.

Singkat cerita , nenek sedang menjalankan umrah di Mekkah dan ironisnya saya tidak tahu kalau nenek sedang umrah. Karena hari itu hari Sabtu, saya bisa bangun agak siangan yaitu sekitar pukul 09.00 WIB. Baru membuka mata saya sudah diteriaki oleh ibu karena lupa membuang sampah yang ada di dapur semalam. Dengan niat yang tak sepenuhnya, saya bangun dari kasur dan segera mengambil sampah yang ada didapur untuk di buang di tong sampah di depan rumah.

Keluar dari pintu rumah , suasananya tidak seperti biasanya , sinar matahari yang jarang jarang dan udara masih begitu dingin layaknya masih pukul 06.00 pagi. Kebetulan saat membuat pintu gerbang rumah , saya melihat nenek dengan daster merah dengan motif bunga bunga se mata kaki sedang duduk di pekarangan rumah. Tak terlintas dipikiranku untuk menyapa nenek karena saat itu kesadaranku belum sepenuhnya pulih.Kubuang sampah itu dan segera kembali ke kamar untuk melanjutkan tidurku.

Karena tak bisa tidur berlama lama, aku mendengar suara ayah dari luar memanggil aku dan adik adikku

"Ada apaansi yah ini masih pagi" ucap diriku

kemudian ayahku menjawab "eyang udah meninggal barusan"

mendengar respon dari ayahku yang menurutku tidak masuk akal , aku menyangkal dirinya ,
"apaansi yah jangan ngarang dong barusan eyang duduk di depan"

ayahku heran sambil menaikkan alisnya dan berkata ,
"emang kamu gatau kalo eyang lagi umrah di makkah?"

Mendengar jawaban dari ayahku , aku diam seribu bahasa. Kalau eyang sedang umrah di Makkah,lalu siapa yang kulihat saat aku sedang buang sampah? bulu kudukku berdiri dan tubuhku merinding mengingat kejadian yang baru saja aku alami.

Oleh karena itu , cerita ini hendaklah kita jadikan pelajaran karena tak ada yang tau kapan seseorang yang kita sayangi menemui ajalnya,oleh karena itu selagi mereka masih hidup janganlah kita menyia nyiakan mereka.