Jumat, 06 Oktober 2017

SWITCHED


Bagaikan dikejar oleh waktu , mungkin itu yang bisa saya ekspresikan mengenai cerita di hari minggu pagi lalu. Kenapa? karena saat itu , saya terbangun dari kasur yang luar biasa empuknya pada pukul 09.47 WIB dan disambut oleh sinar matahari yang menerobos masuk melalui pintu dan jendela kamarku. Dengan melakukan kegiatan rutin setelah bangun tidur , yaitu mengecek handphone apabila ada notifikasi penting yang diterima , ternyata memang benar. Saya harus menghadiri acara ulang tahun teman saya yang bertempat di BSD yang akan dilaksanakan pada pukul 10.30 WIB.

Tanpa pikir panjang , saya bangkit dari tempat tidur tanpa membersihkan tempat tidur terlebih dahulu dan lekas mengambil handuk. Dengan mata yang masih terngantuk ngantuk saya langsung masuk ke kamar mandi.

Saya mulai membasahi tubuh saya yang masih belum sepenuhnya terbangun secepat mungkin dengan air yang begitu dahsyat dinginnya. Tentu saja dingin , karena semalam habis hujan deras dan membuat toren air menjadi ikutan dingin. Kemudian saya langsung mengambil pasta gigi dan mulai keramas.

Entah apa yang saya rasakan di mulut saya , kenapa pasta gigi yang saya biasa gunakan rasanya begitu pahit dan membuat gigi saya begitu licin.Begitu juga dengan sampo yang biasa saya pakai. Tekstur samponya kasar dan begitu lengket.

Benar benar konyol. Setelah saya sadari , ternyata pasta gigi saya tertukar dengan sampo yang biasa saya gunakan. Pasta gigi saya gunakan untuk keramas dan sampo saya gunakan untuk menyikat gigi.

Saya langsung cepat cepat membilas rambut saya dengan air untuk segera mungkin mencega kerusakan akibat perbuatan saya dan berkumur kumur hingga berkali kali sampai rasa pahit di mulut saya hilang.

Dari peristiwa ini saya belajar agar segala sesuatu harus dimulai dengan fokus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar